Dampak Siklon Tropis Senyar: Humbang Hasundutan Dihantam Banjir Bandang, 5 Tewas dan 4 Hilang
JAKARTA – Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, dipicu oleh hujan lebat pada Selasa malam (25/11/2025). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, bencana ini telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan material yang signifikan, sementara fenomena Siklon Tropis Senyar diidentifikasi sebagai pemicu utama cuaca ekstrem.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membeberkan bahwa bencana banjir bandang terjadi di Kelurahan Panggugunan, Kecamatan Pakkat. Sementara longsor berdampak luas di beberapa desa di Kecamatan Doloksanggul, Onan Ganjang, Pakkat, dan Parlilitan.
“Cuaca ekstrem atas dampak dari fenomena Siklon Tropis Senyar menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang tersebut,” jelas Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Kamis (26/11/2025).
Intisari Berita: Data Korban, Kerusakan, dan Peringatan Cuaca
1. Data Korban dan Area Terdampak:
-
Korban Jiwa: 5 orang meninggal dunia akibat banjir bandang di Kecamatan Pakkat.
-
Korban Hilang: 4 orang masih dalam pencarian dan evakuasi.
-
Korban Luka: 7 orang luka berat dan 2 orang luka ringan (dua luka berat diakibatkan longsor). Seluruh korban luka dirawat intensif di RSUD Doloksanggul.
2. Kerusakan Infrastruktur yang Melumpuhkan:
Dampak material sangat parah, termasuk:
-
Rumah dan Fasilitas: 6 rumah rusak berat dan 1 fasilitas ibadah rusak ringan.
-
Akses Jalan: Sekitar 11 titik akses jalan terputus akibat longsor. Akses jalan utama tertutup material banjir bandang, menghambat penanganan.
-
Lahan Pertanian: Lahan pertanian warga turut terdampak, menambah tekanan ekonomi bagi masyarakat Humbahas.
3. Upaya Penanganan dan Evakuasi:
Tim gabungan dari BPBD Humbahas, BPBD Provinsi, TNI-Polri, dan relawan segera bergerak cepat melakukan evakuasi dan pembersihan material dengan alat berat. Dapur umum dan tempat pengungsian sementara telah didirikan. Operasi pencarian korban hilang akan dilanjutkan pada hari Kamis (27/11), meskipun kondisi medan berat dan cuaca masih memicu kecemasan.
4. Peringatan BMKG Terkait Siklon Senyar:
Meskipun Siklon Tropis Senyar dilaporkan bergerak menjauhi Indonesia (dari Aceh Timur ke arah timur), BMKG tetap mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem lanjutan. Kecepatan maksimum siklon telah menurun menjadi Tropical Depression/Low. BNPB mengimbau masyarakat di Sumatra Utara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan yang masih tinggi.
